• Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 8 No 1 (2019)

    Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Mathali’ul Falah Pati (STAIMAFA). Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman diharapkan memberikan cakrawala baru dan mengetengahkan diskursus kajian Keislaman secara umum. Agar dalam kajiannya selalu up to date dan kontekstual sesuai dinamika keilmuan kontemporer, artikel yang akan disajikan dalam jurnal Islamic Review merupakan hasil riset terbaru. Kajian keislaman yang menjadi titik poin dalam Jurnal Islamic Review terutama topik tentang pesantren dan kearifan lokal, fiqh sosial, dan kontekstualisasi ajaran Islam yang dianalisis menggunakan berbagai disiplin ilmu.

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman  Vol VI No. 2 Tahun 2017 Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 6 No 2 (2017)

    Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol VI No. 2 Tahun 2017

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 6 No 1 (2017)

    Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman

    Vol VI No. 1 Tahun 2017

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 5 No 2 (2016)

    Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman

    Vol V No. 2 Tahun 2016

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 5 No 1 (2016)

    Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman

    Vol 5 No. 1 Tahun 2016

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 4 No 2 (2015)

    Jurnal Vol IV No. 2 Tahun 2015

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 4 No 1 (2015)

    Jurnal Islamic Review Edisi Vol. 4 No. 1 kali ini menyuguhkan artikel-artikel pilihan bertemakan dakwah yang diintegrasikan dengan ilmu sosial. Ada sepuluh artikel yang salah satunya adalah book review. Pemilihan tema di atas didasari beberapa pertimbangan. Pertama, dakwah yang dilakukan umat Islam akhir-akhir ini cenderung manual dan tradisional. Kalaupun ada dakwah yang mengunakan teknologi massa masih sangat minim itupun ditunggapi kepentingan politik dan ekonomi. Kedua, Ilmu sosial sangat dekat dengan dakwah keislaman, sehingga perlu adanya integrasi agar ilmu dakwah yang notabene ilmu klasik bisa berdialog dengan ilmu modern, terutama sosiologi. Ketiga, Maraknya kekerasan agama yang diakibatkan oleh isi dan cara dakwah yang salah yang dilakukan sebagian kelompok Islam. Keempat, Keinginan ingin menemukan formula dan strategi khusus agar Islam benar-benar menjadi agama rah{mah li al-‘alamin.

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 3 No 2 (2014)

    Jurnal JIE Volume III No. 2 Oktober 2014 M. / Zu al-Hijjah  1435 H. kembali terbit dengan mengambil tema “mengahadirkan fikih non-‘text Oriented’  sebagai solusi problematika umat Islam”. Hal ini berdasarkan perhatian bahwa mayoritas muslim merupakan masyarakat yang “berkiblat” pada teks. Naskah atau teks agama dijadikan sebagai sumber rujukan utama dalam kehidupan. Oleh karenanya, permasalahan kehidupan yang dihadapi diselesaikan menurut bunyi teks. Kecenderungan seperti itu melahirkan corak dan model peradaban umat Islam yang ‘text oriented’. Peradaban ini seringkali menimbulkan dua efek negatif di kalangan umat Islam. Pertama, munculnya sikap ‘politisasi teks’ untuk mencapai tujuan tertentu. Kedua, banyak permasalahan yang tidak mampu diselesaikan oleh umat Islam akibat keterbatasan pemaknaan teks.

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 3 No 1 (2014)

    Jurnal ISLAMIC REVIEW Volume III No. 1 April 2014 M. / Jumadi al-Akhirah 1435 H. kali ini menurunkan tema “Politik Islam Sebagai Alat Perubahan”. Terpilihnya tema ini atas dasar beberapa alasan baik dalam konteks sejarah politik Indonesia maupun “kepentingan” bahwa tahun ini (2014) merupakan tahun politik.

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 2 No 2 (2013)

    Jurnal ISLAMIC REVIEW Volume II No. 2 Oktober  2013 M. / Zu al-Hijjah 1434 H kali ini menurunkan tema yang bisa dikatakan aktual. Aktulitas itu terletak pada tema yang dituju, yaitu ”Islam dalam Bingkai Media Massa”. Kita sekarang hidup dalam suasana yang-oleh sosiolog Inggris Antony Giddens-dinamakan dengan run a way world. Dunia yang berlari tunggang langgang dengan sangat cepat, dunia yang mengandalkan kecanggihan teknologi yang tercermin dalam penguasaan IT (Information and Technology). Siapa yang mengusai IT dia diramalkan akan menguasai dan mengenggam dunia. Media Massa menjadi bagian menarik dari IT itu, sekarang kemerebakan Sosmed (Sosial Media) laiknya Facebook, Twitter, Skpye dan lain sebagainya telah berkait kelindan dengan agama Dan begitu juga dengan kemerebakan sinetron religi dan mitis serta Dakwah-tainment di berbagai telivisi yang datang begitu saja ketika momentum Ramadan.

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 2 No 1 (2013)

    Pada edisi ini redaksi Jurnal Islamic Review mengusung tema “Pendidikan Islam-Pesantren”. Ada beberapa argumentasi untuk sampai kepada pemilihan tema ini. Pertama, kajian akademik terhadap pesantren sudah lama diminati para peneliti, baik para intelektual Indonesia maupun ilmuwan dari manca negara. Dari lapangan penelitian bernama ‘pesantren’ telah melahirkan puluhan, bahkan sangat mungkin ratusan hasil penelitian—skripsi, tesis dan disertasi. Ini belum termasuk tulisan di jurnal-jurnal ilmiah. Meskipun demikian, ‘pesona’ pesantren sebagai ‘belantara’ yang menjanjikan temuan akademik tidak juga pudar.

  • Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
    Vol 1 No 2 (2012)

    Dalam jurnal Islamic Review Vol. I No. 2 (2012), tema yang diangkat adalah “Kajian Keislaman: percikan pemikiran yang berserakan”. Alasan pemilihan judul ini didasarkan atas tiga sudut padang kajian keislaman yang dijadikan patokan Redaksi, yaitu Islamic Studies (Islam sebagai objek), muslim studies (muslim sebagai objek, termasuk di dalamnya pemikiran dan prilaku muslim, dan islam sebagai perspektif. Alasan lain, perdebatan wilayah kajian keislaman masih berlangsung. Beberapa konferensi kajian Islam digelar dalam rangka mengkaji wilayah keilmuan Islamic Studies, antara lain ACIS di Kalimantan dan sebentar lagi ACIS di Surabaya. Ada yang berpendapat kajian keislaman masuk pada rumpun keilmuan bidang sosial-humaniora. Ada lagi yang memetakan bercabang hingga banyak, bahkan ada yang menyimpulkan kajian keislaman sudah redup dan tidak diminati, tetapi sejatinya kajian keislaman semakin melaju terbukti dengan banyaknya fenomena sosial yang dikaji. Selain itu, juga dipakainya displin ilmu lain dalam rangka menajwab persoalan sosial yang dihadapi umat muslim. Dalam konteks inilah Jurnal JIE berupaya mengakomodir tulisan-tulisan yang disuguhkan pada edisi ini.

  • Jurnal Islamic Review IPMAFA Pati Islamic Review
    Vol 1 No 1 (2012)

    Jurnal Islamic Review pada edisi perdana menyuguhkan kajian keprodian setidaknya memuat empat tulisan termasuk salah satunya adalah book review. Sedangkan empat yang lain adalah kajian keislaman sosial.

1 - 16 of 16 items