Abstract

Bookreview


Judul                       : Gerakan Sosial Islam Teori,  Pendekatan dan Studi Kasus


Editor                     : Quintan Wictorowicz


Penterjemah           : M. Imam Aziz & Ihsan Ali Fauzi


Penerbit                  : Penerbit Gading Publishing dan Paramadina Jakarta


Cetakan                   : I, 2012


Halaman                 : viii + 564


 


Aksi terorisme dan kekerasan atas nama agama hingga hari ini masih menyita perhatian kita. Belum genap sebulan, kita masih disuguhi berita pengeboman di dua kota, Depok dan Solo. Upaya pencegahan oleh pemerintah seringkali kecolongan. Pengintaian di sana-sini, tetapi secara tiba-tiba bunyi ledakan itu terdengar dan tim gegana pun baru tiba. Lalu para tokoh agama sibuk mengutuk dan menyesalkan aksi kekerasan tersebut.


Sejak ramainya aksi terorisme yang menunjuk salah satu agama, dalam hal ini Islam, sudah banyak dilakukan penelitian untuk meneliti akar dan motif aksi-aksi tersebut dengan berbagai pendekatan, termasuk agama. Dalam penelitian dengan pendekatan agama, model aksi itu kemudian diamati dan dikaji melalui pendekatan pemahaman keagamaan, seperti gagasan-gagasannya. Bahkan pernah muncul prejudice yang cukup berlebihan terhadap lembaga keagamaan pesantren dan buku-buku ajar pendidikan agama Islam. Keduanya diindikasikan memiliki peranan penting dalam menginspirasi pelaku agar  berani melakukan tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Barangkali penelitian semacam itu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, kemudian muncul pertanyaan yang cukup mengganjal. Mengapa dengan buku ajar yang sama terdapat pelajar-pelajar muslim –baca:santri- yang tidak kepincut untuk melakukan tindak kekerasan serupa?