Trend Sound Horeg Pada Pawai Budaya Masyarakat Kabupaten Pati: Studi Pergeseran Tradisi dan Konflik Sosial
Abstract
This study examines the trend of sound horeg usage in cultural parades within the community of Pati Regency as a manifestation of shifting traditions and an emerging trigger of social conflict. Initially serving as a supporting entertainment medium in community celebrations, sound horeg has increasingly dominated cultural parades, leading to the marginalization of traditional arts and the erosion of local cultural values. This phenomenon has transformed cultural parades from spaces of cultural preservation into arenas of modern entertainment and social prestige, which in turn generates social tensions related to noise disturbance, public order, and differing perspectives on cultural authenticity. This research employs a qualitative field research method through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using a descriptive-analytical approach grounded in Koentjaraningrat’s cultural theory and Karl Marx’s social conflict theory. The findings indicate that while sound horeg contributes to local economic activity and youth expression, it simultaneously intensifies social conflict and accelerates the shift away from traditional cultural meanings. Therefore, balanced cultural management is required to minimize conflict without eliminating local cultural values.
References
Allya Salsa Bilatul Kh, Diajeng Anugrah Cantika Sari, & Fatkurohman Nur Rangga. (2024). Perkembangan Sound System sebagai Budaya dan Kompetisi Sosial di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(4), 220–233. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i4.156
Amanda, E. F., & Annisa, F. S. (2024). Penurunan Minat Generasi Muda Terhadap Tari Topeng: Resistensi Dan Tantangan Pelestarian Budaya. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 8(2), 148–161.
Arifin, M., & Mansur, U. (2025). ANALISIS FIQIH TENTANG TREN “SOUND HOREG”: KAJIAN ETIKA DAN BATASAN PENGGUNAAN AUDIO. LexIslamica: A Multidisciplinary Approach to Islamic Law and its Contemporary Applications, 1(1).
Astuti, R. (2025). Wawancara Pemudi Desa tentang Keterlibatan Generasi Muda dalam Pawai. Wawancara Pribadi.
Detik.com. (2025, Januari 15). Mengenal Sound Horeg: Sejarah hingga Bahaya Kesehatan yang Mengintai. https://www.detik.com/jatim/berita/d-8001563/mengenal-sound-horeg-sejarah-hingga-bahaya-kesehatan-yang-mengintai
Detikabar.com. (2025). Fenomena Sound Horeg: Antara Hiburan, Budaya, dan Dampak Sosial. Detikabar. https://www.detikabar.com/2025/08/fenomena-sound-horeg-antara-hiburan.html
Harianto. (2023). Harianto , ” Analisis Minat Pelaku Usaha Sound system Terhadap Aplikasi Record Adobe Auditiondi Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan” (Skripsi --Pendidikan Informatika STKIP PGRI, Pacitan, 2020), h.2. 1. Analisis Minat Pelaku Usaha Sound system Terhadap Aplikasi Record Adobe Auditiondi Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan, 1–25.
Hartono, B., & Saputra, R. (2020). Audio Quality and Distortion in Public Sound Systems. Jurnal Teknologi Elektro Indonesia, 8(2), 55–63. https://ejournal-tei.id/audioquality
Iryana, & Kawasati, R. (2019). Teknik Pengumpulan Data: Metode Kualitatif. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong.
Jumyadi, & Usmaedi. (2025). Kala Manca : Jurnal Pendidikan. Jurnal Pendidikan Sejarah, 11(03), 69–74.
Kartono. (2025). Wawancara Tokoh Masyarakat tentang Hiburan Desa Sebelum Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Khasanah, U. (2024). Mengenal Tradisi dan Budaya Lokal Kabupaten Pati. In Portal Pati. https://portalpati.pikiran-rakyat.com/pati/pr-1938601879/mengenal-tradisi-dan-budaya-lokal-kabupaten-pati
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Cetakan IX). PT Rineka Cipta.
Kompas.com. (2025, Juli 14). MUI Jatim Resmi Haramkan Sound Horeg. https://www.kompas.com/tren/read/2025/07/14/173000665/mui-jatim-resmi-haramkan-sound-horeg
Kurniawan, D. (2025). Wawancara Warga tentang Dampak Sosial Ekonomi Pawai Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Liputan6.com. (2025, Februari 10). Sound Horeg Bisa Picu Kerusakan Pendengaran Permanen. https://www.liputan6.com/disabilitas/read/6118420/sound-horeg-bisa-picu-kerusakan-pendengaran-permanen-mui-jatim-keluarkan-fatwa-haram
Marx, K. (1848). Manifesto of the Communist Party (by andy bl). moscow.
Mulyono. (2025). Wawancara Sesepuh Desa tentang Nilai Tradisi Pra-Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Nugroho, A. (2025). Wawancara Pemilik Jasa Sound System tentang Tren Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Pati, P. K. (2025). Surat Edaran Larangan Kegiatan Tertentu dalam Penyelenggaraan Hiburan Masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pati.
Patinews.com. (2025). Aturan Baru Sound Horeg di Pati, Maksimal 16 Sub Single dan Larangan Dancer Berpakaian Seksi. Patinews. https://www.patinews.com/aturan-baru-sound-horeg-di-pati-maksimal-16-sub-single-dan-larangan-dancer-berpakaian-seksi/
Permata, P. D., Wandi, A., & Chusnulitta, J. D. (2018). Urgensi Kebijakan Inklusif Dalam Konflik Tren Parade Sound Horeg : Kajian Literature. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 7(1), 23–31.
Putra, E. S. (2024). Tradisi Pawai Obor dalam Memperingati Tahun Baru Islam di Desa Bukit Peninjauan II Seluma. Jurnal Pelayanan Masyarakat, 1(3), 09–18. https://doi.org/10.62951/jpm.v1i3.457
Rumsey, F., & McCormick, T. (2014). Sound and Recording: Applications and Theory. Focal Press.
Samini. (2025). Wawancara Penonton tentang Hiburan Pawai Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Santoso, B. (2025). Wawancara Panitia tentang Antusiasme Masyarakat terhadap Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Silaturrohmah, F., Wibowo, S. E., & Masrohatin, S. (2025). Sound Horeg in Rural East Java: A Durkheimian Interpretation of Solidarity and Social Tension. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 6(3), 241–258. https://doi.org/10.22373/jsai.v6i3.8632
Subagio. (2025). Wawancara Warga Senior tentang Regenerasi Panitia Pawai. Wawancara Pribadi.
Sukamto. (2025). Wawancara tentang Pergeseran Budaya melalui Pawai Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60
Syuhadi, F. (2025, Juli 20). Fenomena Sound Horeg : Antara Hiburan dan Kegaduhan yang Meresahkan. https://pwmu.co/fenomena-sound-horeg-antara-hiburan-dan-kegaduhan-yang-meresahkan/#:~:text=Secara sosial%2C budaya sound horeg mencerminkan pergeseran,yang keras%2C mencolok%2C dan bahkan cenderung egois.
Tuwaidan, Y. A., Poekoel, V. C., & Mamahit, D. J. (2015). Rancang Bangun Alat Ukur Desibel (dB) Meter Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno R3. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, 4(1).
Umrati, H. W. (2020). Analisis Data Kualitatif Teori Konsep dalam Penelitian Pendidikan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray. https://books.google.co.id/books?id=GkP2DwAAQBAJ
Utoro Aji, D. (2024, Agustus 12). Kronologi Heboh Emak-emak Siram Karnaval Sound Horeg di Pati Berujung Damai. detikJateng. https://www.detik.com/jateng/berita/d-7486607/kronologi-heboh-emak-emak-siram-karnaval-sound-horeg-di-pati-berujung-damai
Wahyuni, S. (2025). Wawancara Warga tentang Bentuk Pawai Sebelum Tren Sound Horeg. Wawancara Pribadi.
Wibowo, H. (2025). Wawancara Pemuda Desa tentang Partisipasi Pawai Sound Horeg. Wawancara Pribadi.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








