https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/issue/feedTinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini2026-05-31T19:52:46+07:00Farah Kamelia Ali Putrifarahkameliaaliputri@ipmafa.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><a title="sinta 5" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/16564" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPYGCN4uaUoe2hcfLAfWFD8cA7wmUMTNJKbiowoXXDtxqn3mE0osIFI0cU5EBdf3ZGC5Udu2H9WCPKKpLxYsSuGo01OAjyX6O5RZB2jwD_X6Ov0FW7dJQ3zPrqpXuB6rS3n-C8-8S15AZ0jLNQxyHDUDokl0ZDfEVN1YIkKS6Ijss7bl5T4EZt0COUoeJf/s1600/4%20(4).png" alt="" width="150" height="40"></a><strong>Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini</strong> by <strong>Islamic Early Childhood Education Study Program, </strong>Faculty of Tarbiyah, Institute of Pesantren Mathali'ul Falah Pati. Publishing twice a year, in May and November. The scope of Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini is innovation and technology for children's education, early literacy and numeracy, educating with nature, ethno-cultural parenting, inclusive education, STEAM education, child growth and development, health, safety, and nutrition in early childhood, children's education in Islamic perspective, and children's relationship with family and Muslim community.</p>https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2281Mindfulnes Guru PAUD dalam Implementasi Deep Learning Anak Usia Dini2026-05-31T19:52:45+07:00Muniroh Munawarmunirohmunawar@upgris.ac.idNia Lailin Nisfanialailin@ipmafa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran penting membangun <em>mindful guru</em> Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam implementasi pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) di Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru PAUD, kepala sekolah, dan peserta didik pada lembaga PAUD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang memiliki kesadaran penuh (<em>mindfulness</em>) mampu menciptakan suasana belajar yang lebih reflektif, empatik, bermakna, dan berpusat pada anak. Implementasi pembelajaran mendalam pada PAUD membutuhkan kesiapan guru tidak hanya pada aspek pedagogik, tetapi juga kesadaran diri dan kemampuan reflektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan kompetensi <em>mindfulness</em> guru PAUD melalui pelatihan, pendampingan, dan budaya reflektif di lembaga pendidikan.</p>2026-05-27T22:43:03+07:00##submission.copyrightStatement##https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2249Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Gender: Keterlibatan Ayah di Kelompok Bermain Pusposari2026-05-31T19:52:45+07:00Sri Mulyanipusposari2008@gmail.comEka Danik Prahastiwiprahastiwidanik@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan ayah dalam pendidikan anak usia dini dalam perspektif gender pada jenjang prasekolah di Kelompok Bermain (KB) Pusposari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan secara <em>purposive sampling</em>, melibatkan ayah sebagai informan utama serta guru dan ibu sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah masih rendah dan cenderung bersifat terbatas serta situasional. Faktor yang memengaruhi meliputi tuntutan pekerjaan, konstruksi sosial budaya, rendahnya kesadaran ayah, serta lingkungan sekolah yang belum inklusif. Ditemukan pula indikasi fenomena <em>fatherless</em> secara psikologis, yaitu minimnya keterlibatan emosional dan edukatif ayah. Dalam perspektif Al-Qur’an, terdapat kesenjangan antara peran ideal ayah sebagai pendidik dengan praktik di lapangan.</p> <p>Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan keterlibatan ayah melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis nilai religius dalam pendidikan anak usia dini.</p>2026-05-31T09:23:21+07:00##submission.copyrightStatement##https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2252Strategi Guru dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Pembelajaran STEAM di TK Al-Fajar Kota Depok2026-05-31T19:52:45+07:00Hulailah Laila Istiqlaliyahlailadawud235@gmail.comNur Aini Zaidanurainizaida@iiq.ac.idKharissa Azzahra3fillah1309@gmail.com<p>Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan proses penting di mana peserta didik belajar mengenal dan memahami dirinya sendiri, membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, serta mengelola dan mengekspresikan berbagai perasaan serta emosi yang mereka rasakan. Perkembangan ini mencakup kemampuan untuk berinteraksi secara positif, bekerja sama, serta menunjukkan empati dan kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu, penguatan aspek sosial emosional memegang peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan anak untuk menghadapi tahap perkembangan selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui permbelajaran STEAM di TK Al-Fajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memiliki subjek pada empat guru di kelas kelompok TK b, yaitu kelompok B1 dan B2 yang memiliki dua guru pada setiap kelasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan STEAM terbukti menjadi pendekatan yang tepat dan relevan dalam mendukung strategi guru di TK Al-Fajar. Pendekatan ini memungkinkan guru merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan menggabungkan berbagai bidang keilmuan. Penerapan pembelajaran STEAM berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional peserta didik. Melalui pembelajaran STEAM, peserta didik belajar berinteraksi, bekerjasama, menunggu giliran, berbagi, serta membantu teman, sehingga memunculkan perilaku prososial. Selain itu, peserta didik juga mulai mampu mengenali kemampuan diri, meminta bantuan dengan cara yang tepat, serta ikut bertanggung jawab menjaga suasana bermain dan belajar tetap kondusif.</p>2026-05-29T11:59:23+07:00##submission.copyrightStatement##https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2260Improving Early Childhood Language Skills Through Big Book Media at PAUD PKK Plosorejo2026-05-31T19:52:46+07:00Edi Titik Kusnawawatibundamami_50@gmail.com<p>Kemampuan bahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena menjadi dasar dalam berkomunikasi dan memahami lingkungan sekitar. Salah satu media pembelajaran yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa anak adalah media Big Book. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media Big Book dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak di PAUD PKK Plosorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru dan anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Big Book mampu meningkatkan minat belajar, motivasi, penguasaan kosakata, serta partisipasi aktif anak dalam kegiatan pembelajaran. Anak menjadi lebih percaya diri dalam menceritakan kembali isi cerita, mengungkapkan ide secara lisan, dan berinteraksi selama kegiatan belajar berlangsung. Dengan demikian, media Big Book efektif digunakan untuk mendukung perkembangan bahasa dan literasi anak usia dini.</p>2026-05-29T11:31:16+07:00##submission.copyrightStatement##https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2242Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Menggunakan Kolase Cangkang Telur di BA Aisyiyah Punjung2026-05-31T19:52:46+07:00Fitri Rahayuvhietri52@gmail.comEka Danik Prahastiwiprahastiwidanik@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan kolase dengan media cangkang telur di BA Aisyiyah Punjung. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (<em>Classroom Action Rese</em><em>a</em><em>rch</em>) yang terdiri dari dua siklus. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelompok B usia 5-6 Tahun dengan 8 jumlah siswa yang terdiri dari 4 anak laki – laki dan 4 anak perempuan di BA Aisyiyah Punjung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik halus anak-anak setelah mengikuti kegiatan kolase cangkang telur. Pada siklus I, 12,5% anak berkembang sangat baik dan meningkat menjadi 50% pada siklus II. Simpulan dari penelitian ini adalah kegiatan kolase dengan media cangkang telur efektif dalam meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun<strong>.</strong></p>2026-05-29T20:40:34+07:00##submission.copyrightStatement##https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2271Market Day sebagai Pembelajaran Kontekstual Berbasis Jajanan Lokal Anak Usia Dini2026-05-31T19:52:46+07:00Dian Agus Setiyanidian88madin@gmail.comItsnaini Muslimati Alwiitsnaini.alwi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi kegiatan <em>Market Day</em> sebagai pembelajaran kontekstual dalam mengenalkan jajanan lokal pada anak usia dini di KB Auladul Ihsan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di KB Auladul Ihsan, Pacitan. Subjek penelitian terdiri atas 24 anak, 3 guru, dan 10 orang tua yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan <em>member check</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan <em>Market Day</em> menjadi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam memberikan pengalaman belajar nyata dan bermakna bagi anak usia dini. Kegiatan ini mampu mengembangkan aspek literasi, numerasi, bahasa, sosial-emosional, kognitif, nilai agama dan moral, serta pengenalan budaya lokal melalui jajanan tradisional seperti klepon, dawet, lapis, dan arem-arem. Anak terlibat aktif sebagai penjual dan pembeli sehingga memperoleh pengalaman konkret mengenai komunikasi, penggunaan uang, kerja sama, dan pembentukan karakter positif. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pelestarian budaya lokal melalui keterlibatan sekolah dan keluarga dalam mengenalkan jajanan tradisional kepada anak sejak dini.</p>2026-05-29T11:27:53+07:00##submission.copyrightStatement##https://journal.ipmafa.ac.id/index.php/tintaemas/article/view/2259Pembelajaran Inklusif sebagai Upaya Menumbuhkan Sikap Toleransi Anak Usia Dini2026-05-31T19:52:46+07:00Geisha Putri Maharaniputrigeisha578@gmail.comEis Des Viaeisdesv@gmail.comCitra Ayuayuc18259@gmail.comNina Melindaninamelinda080205@gmail.comLatifah Nur Fadillahlatifanurfadilla3@gmail.comIndah Permata Sariindahprmtasriiiii@gmail.comDian Rahma Saridianrahmasari630@gmail.com<p>Abstraks</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran inklusif dalam menumbuhkan sikap toleransi anak usia dini di TK Islam Tunas Insan Cendikia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berupa guru, kepala sekolah, dan anak-anak yang terlibat dalam pembelajaran inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inklusif memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sikap toleransi anak. Anak belajar memahami perbedaan, menghargai teman, tidak mengucilkan anak berkebutuhan khusus, serta menunjukkan sikap empati dan kepedulian melalui interaksi sosial sehari-hari di kelas. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan teladan dalam membentuk perilaku toleran melalui kegiatan pembelajaran bersama tanpa diskriminasi. Selain itu, penggunaan metode bermain kelompok dan komunikasi aktif membantu anak membangun kerja sama dan rasa saling menghargai. Penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti kurangnya keterbukaan orang tua mengenai kondisi anak dan kebutuhan kesabaran yang tinggi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Namun, guru menerapkan strategi berupa pendekatan fleksibel, pemberian pemahaman secara berulang, dan kerja sama dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Dengan demikian, pembelajaran inklusif efektif dalam menanamkan nilai toleransi sejak usia dini.</p> <p> </p> <p> </p>2026-05-31T19:49:37+07:00##submission.copyrightStatement##